Pencarian

Tentang

Pak Guru (bukan profesi sebenarnya): Menulis, mengeluh, dan terus menggerutu sampai maut menjemput paling lambat seratus tahun lagi.

Selengkapnya »

< Facebook Twitter Google+ Plurk <

Detail tulisan

Penulis:
Terbit: 21/01/11 @ 18:55
Tautan pendek: Tautan
Tanggapan: 25 tanggapan
Kategori: Selebrasi Diri
Tag: , ,
Metadata lain: Thumbnail
Print: Print
Sebarluaskan:

Pariwara

Kalau Anda nekat, kebetulan banyak ruang kosong mubazir di sini yang bisa disewakan. Silakan hubungi pengelola untuk bernegosiasi.

Selebrasi Diri

Tidur. Cuih, Bah.

Siklus kampret: bermulai dengan Anda menatap langit-langit di kamar gelap, dan berakhir dengan Anda, dengan kepala yang sedikit berputar-putar, terhuyung-huyung turun dari ranjang meraih sikat gigi dan odol. Ketika memulai, Anda orang paling waras di dunia. Ketika selesai Anda seolah-olah mabuk.

Tidur. Cuih, Bah.

Kalau Anda orang muda yang payah dan belum ada apa-apanya, mestinya Anda paling tidak suka tidur. Ia menghentikan aktivitas-aktivitas yang banyak di antaranya berfungsi supaya Anda jadi orang. Apalagi kalau ada apa-apanya. Menghalangi menikmati hidup dong. Ini praktik prokrastinasi terhebat umat manusia; kalau perasaan Anda biasa-biasa saja, ya berarti Anda mungkin juga biasa-biasa saja. Payah tidak, hebat juga belum. Mungkin.

Saya tidak suka tidur. Tidur ini kebutuhan badani yang paling bikin susah selain mungkin mencabut gigi bungsu. Rata-rata orang dewasa paling kurang perlu sekitar delapan jam seharinya—sepertiga hari dihabiskan tergolek di atas ranjang, hitung-hitung tentunya sekitar sepertiga nyawa yang melayang. Apa-apaan itu. Ada memang metode-metode tidur ueberman yang mengkorting waktu sia-sia ini barang sedikit (Anda diharuskan tidur pendek beberapa kali dalam sehari, yang apabila ditotal kurang dari porsi tidur standar), tapi menurut suara sumbang, ini tidak terlalu menyehatkan. Saya pernah dengar konservasionis Farley Mowat sampai meniru gaya tidur serigala yang dia amati, lengkap dengan merangkak sebagai peregangan sekali sekian menit. Pacarnya tidak suka (rasional!) setiap malam ada yang merangkak-rangkak di karpet tiap sebentar (sedikit horor!), dan alih-alih berhenti Mowat memilih berpisah. Sayang saya tidak tahu motivasi Mowat, apa memang untuk mengkorting waktu prokras atau cuma nyentrik.

Celakanya bangun kadang lebih sulit ketimbang tidur. Sewaktu saya mengeluh tidak suka tidur, tentu bukan berarti tidur itu menyakitkan atau apa—manusia tentu terprogram untuk menyukai bergolek-golek di atas kapuk dan tidak melakukan apa-apa untuk roda ekonomi. Saya kira alami kalau anak-anak suka réwél tidak mau tidur, barangkali belum merasionalisasi rutinitas-rutinitas yang tawar sebagaimana orang dewasa. Tahukah Anda, ketika Anda mematikan lampu dan menengadah menengok langit-langit, otak Anda justru iseng, aktif merekapitulasi hari yang baru lewat? Kalau sudah télér tentu lain soal, Anda tinggal tutup mata dan menunggu proses tidur-menidur selesai, kemudian bangun dan melanjutkan hidup. Tapi harusnya 'kan lebih sering tidak télér, dan lalu sedikit berbosan melihat atap. Ini lebih kurang ajar, sebab menunda tidur sedikit banyak menunda bangun, sebuah proses prokrastinasi yang paling bikin masygul, sebab sudah bukan salah kita lagi. Tidak bisa disembuhkan dengan ritual-ritual biasa.

Setelah susah payah mentidaksadarkan diri, bangunnya justru lebih menyulitkan. Ini juga ada (katanya) tekniknya; ada fase tidur yang ringan dan berat (di sinilah ada REM), dan ketika bangun dalam fase yang berat inilah kepala jadi berat, pemikiran jadi bodoh (saya pakai alarm yang mematikannya mesti mengerjakan soal matematika dulu, level SD tapi masih ada salah-salah), dan tujuan hidup kita direduksi menjadi "matikan alarmnya lalu kembali bergolek-golek!" Oleh sebab itu bebunyian alarm yang meneror seperti musik metal atau derikan alarm jadul ujung-ujungnya bikin sedikit pusing, dan di sisi lain alarm yang mendayu-dayu justru tambah membuat pulas. Idealnya bangun sendiri, tapi memangnya gampang?

Brengseknya lagi, menurut ilmuwan-ilmuwan (lupa dari mana—tidak ada referensi, maaf!) tidur itu tidak sesederhana yang banyak dipahami orang. Tidak sama dengan sepeda motor yang dibawa berjalan berhari-hari, lalu 'diistirahatkan" supaya mekanismenya tidak kolaps. Menurut Wikipedia (tapi ada sumbernya), secara energi proses tidur-menidur itu "mahal" dan konservasi metabolismenya sedikit cuma 5-10%. Tidak terlalu paham saya, tapi kesannya lebih kurang seperti ini: tidur itu mengherankan dan bisa jadi tidak seberguna itu.

Menurut Nabi Muhammad, Tidur adalah saudari dari Mati; penghuni Surga nantinya tidak tidur. Nabi Muhammad biasanya tidak sepuitis ini, kutipan yang bagus. Berarti secara agama bolehlah kita sangkut pautkan tidur dengan yang duniawi dan/atau nerakawi. Beberapa justru mengklaimnya sebagai metafora langsung dari kematian.

Alami semestinya menghubung-hubungkan tidur dan mati. Entah kenapa selama ini yang pertama selalu dicitrakan dengan yang bagus-bagus, misalkan berteduh di bawah pohon sekitar padang rumput. Padahal secara sinis ini buang-buang waktu, secara biologis istirahat yang tak terlalu efisien, dan secara puitis pun gladi resik proses berpulang.

Gambar: Godward, "Tukang Buah" (1917)

«
»

25 tanggapan untuk "Tidur. Cuih, Bah."

  • Saya tidak suka tidur.

    Jujur saja, saya terkesiap membaca kalimat ini. Tidur, yang Saudara sebut sebagai latihan mati, adalah aktivitas yang paling menyenangkan setelah makan buat saya. Saya heran ada orang yang tidak suka tidur. Buang-buang waktu, peduli amat, penting kan diri kita senang. Ya to? :P

  • @ lambrtz

    Hehehe, tapi itu serius. Saya beneran gak suka tidur. Bukannya jarang tidur lho, sering kesiangan malah, cuma gak suka. :P

    //Different people have different plans and targets, etc. :))

  • saya biasanya suka tidur. jarang gak suka tidur.

  • @ gentole

    Manifesto angin-anginan ini tidak mengubah pendirian?

  • Mungkin pengalaman tidur Pak Guru tidak menyenangkan karena siklusnya berantakan dan alih-alih segar jadinya malah menyebalkan? Generally saya suka tidur, tapi ada kalanya berpikir tidur itu buang-buang waktu, kalau saja "beristirahat" itu bisa diganti dengan main game semalaman atau browsing, tentu saya memilih itu :P

  • Saya tidak suka tidur.

    Sebagai sesama Leo [...]
    Saya lebih sepakat dengan alinea selanjutnya. Kontribusi kita kepada dunia ——sebagai generasi muda——memang lebih banyak terpangkas dan tersendat di persoalan tidur-menidur™ itu.

    Tapi masbro, sejauh tidak melupakan bahwa tubuh juga punya hak untuk istirahat, agaknya persoalan seperti ini masih bisa dikompromikan, alias jangan terlalu dipusingkan.

    .
    .
    .
    Anyway, space di sidebar mubazir tuh, bisa saya sewa buat banner? *serius*

  • @pak guru

    Tidak.:)

  • jadi ini blog barumu fo :shock:
    lho ga jadi abangbakso toh? gimana sih :|

    btw, sering sleep paralysis ya? saya sih baru sekali, tapi pengalaman mimpi bisa jadi sangat menakjubkan kyk yang sy tulis diblog saya itu :mrgreen:

    eh, kabarnya punya buku Jung? Mau dong, serius. Klo format ebook, klo boleh saya minta link donlodnya. Klo hardcopy, apa bisa diusahakan dikirim via pos kopiannya? aduh, pengen banget nih fo… *ngarep*

  • @ Grace

    Ah, kalau siklusnya lagi bagus juga tetap menyebalkan. :P

    @ Pak Presiden

    Nah itu dia. Katanya 'kan justru tak terlalu efisien istirahatnya si tubuh itu. Jadi patut disayangkan.

    Soal jangan terlalu dipusingkan, ya memang, bisa apa lagi kita? :))

    Anyway, space di sidebar mubazir tuh, bisa saya sewa buat banner? *serius*

    Apa yang mau diletakkan di situ?

    @ eMina

    Ini ada di Scribd. :)

  • Ini ada di Scribd. :)

    Skenan, mantap! :)) Pantas gemuk—80 sekian mega. Anjlok langsung koneksi di sini :))

    Apa yang mau diletakkan di situ?

    Banner usaha sebagai salah satu ikhtiar duniawi biar dapur tetap ngebul.

  • Emang kamu kalo g tidur ngapain sih?

  • Saya suka tidur. Setidak bermanfaat apapun, tidur itu menyenangkan. Lagipula saya sudah biasa melakukan hal-hal tidak produktif, tapi bisa menyenangkan diri sendiri. Mungkin karena saya tipe homo ludens kali ya. :D

  • @ Pak Presiden

    Mengecualikan audiobook atau torrent, cuma itu yang nemu. :))

    Banner usaha sebagai salah satu ikhtiar duniawi biar dapur tetap ngebul.

    Tak ada pengunjung ini. Kalau agak mendingan kapan-kapan saya letakkan iklan di situ, lalu Sodara silakan ndompleng.

    @ Nenda F

    Menyelami makna dan hakikat hidup dan kehidupan.

    #yeaaaah

    @ Qzink

    Tidur memang menyenangkan kalau ingin, hanya seringkali tidur karena butuh. Jadilah kita diperbudak kebutuhan. :D

    Mungkin karena saya tipe homo ludens kali ya. :D

    Atau mungkin jadi homo ludens dan memprioritaskan kesenangan berasal dari penyebab yang sama. :))

    Saya juga senang melakukan yang tak berguna dan tak produktif, selama saya belum sadar kalau itu tak berguna dan tak produktif.

  • Denger-denger sih orang sukses itu tidurnya cuma 5 jam (atau malah kurang) sehari. Nah, saya sih targetnya tidur 8 jam sehari tapi tetap sukes.

  • @ dana

    Kalau saya tidur kapan pun bangunnya siang. :))

    8 jam normalnya, ya. Katanya tidur yang penting berkualitas, gak perlu lama.

  • Kalau Anda orang muda yang payah dan belum ada apa-apanya, mestinya Anda paling tidak suka tidur.

    Saya orang muda tapi suka tidur. Berarti saya tergolong pemuda sukses, dong? :-?

    #eh

  • @ sora9n

    Boleh jadi. Tapi hipotesis ini kayaknya sudah jatuh dan terbakar hangus. Banyak sekali yang mengaku doyan tidur. Mungkin ada kaitannya dengan budaya orang muda sekarang; hipster konon hanya benci satu hal melebihi "budaya mainstream", yaitu terlihat try-hard. And we've got little hipsters in our hearts. :D

  • [...] saya pakai alarm yang mematikannya mesti mengerjakan soal matematika dulu [...]

    :o Ini beli di mana? Tampaknya saya sangat butuh.

  • @ Xaliber von Reginhild

    Software. Alarm Clock Plus, gratis di Android Market.

  • Sungguh nikmat sekali orang yang tidak suka sesuatu (tidur) tapi tetap bisa melaksanakannya (tidur) dengan baik (sampai kesiangan)
    #eh

  • @ Takodok!

    Malah agak menyedihkan buat saya. :D

  • Walaupun baru membaca sebagian, saya sudah tertohok, ada prokratinasi dan tidur berlebihan..

    *simpan ah, ntar dibaca lagi,

  • @ Arman

    Tak apa, prokrastinasi itu tanda tangan orang muda!

  • tidur itu indah…mari bersyukur bagi yang suka tidur…..

  • Anak muda yang kebanyakan tidur memang kelihatannya pemalas gitu, tapi bisa jadi juga kebiasaan karena saat kecil suka disuruh untuk tidur siang.

    btw saya masih ngga ngerti itu apa hubungannya dengan gigi yang ada pada kutipan diatas.

Tinggalkan komentar

Anda boleh mempergunakan HTML dengan atribut-atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote> <cite> <code> <pre> <del> <em> <i> <q> <strike> dan <strong>. Untuk menyisipkan video YouTube, bubuhkan alamat lengkap dengan huruf 'v' sebelum titik dua. (Contohnya: httpv://www.youtube.com/watch?v=oHg5SJYRHA0)