Buku Tamu

Buku tamu

I am ready to meet my commenter.
Whether my commenter is prepared for the great ordeal of meeting me
is another matter.


— Parodi sekenanya dari epitaf Churchill

Semua laman/page di blog ini telah ditutup kolom komentarnya dan tidak bisa menerima tanggapan, kecuali laman ini. Dengan begitu, semua masukan yang tidak berkaitan dengan entri tertentu tidak akan tercecer di tempat-tempat yang berbeda; semua akan terkumpul dengan rapih di satu tempat saja.

Etiket berkomentar yang diterapkan pada tulisan lainnya tetap berlaku di sini.

Gambar: (Saya tidak bisa baca aksaranya), via Sean Choe.

23 tanggapan untuk "Buku Tamu"

  • Test, 1, 2, 3

    Horeeee, pertamaaaa.

  • @ Nenda F

    Jadi kepikiran bikin plugin; nanti yang pertamax ada stempel "pertamax"-nya sepanjang kolom komentar. :))

  • Seperti biasa, salam kenal ;)

  • Hahaha, bikinlah. Atau tidak, coba dicari di plugin store-nya wordpress.

  • @ Amd

    Salah kenal Mas… #hahayy

    @ Nenda F

    Bikinnya sih mestinya gak susah. Noraknya itu nanti gak nahan.

  • Hadir!

    Akhirnya punya bahan bacaan dikala senggang.

  • Orang ga Facebookan deritanya satu: ga update kabar temen-temen. Termasuk dibukanya blog ini. :cry:

    Anyway, selamat atas dibukanya blog ini, semoga tetap istiqomah di jalan blogging, amiiiiin. :D

    BTW login di WordPress ga ngaruh kayanya ya. :?

  • @ Dana

    Semoga layak baca nantinya. :D

    @ lambrtz

    Kayaknya gak ngaruh memang. :-j

  • annooo..
    salam kenal (lagi).
    dan IMHO nih, ini browser saya atau memang font disini memang dibuat seperti ini pak Guru? soalnya saya merasa fontnya terlalu kecil dan bentuknya kurang nyaman dimata saya…
    mohon maaf atas kelancangan kritik ini. semoga berkenan *halah*
    terima kasih.~

  • Salam kenal Om..

  • @ Vomit Volition

    Saya sih suka yang kecil seperti ini, tapi mungkin akan diperbaiki nanti sekalian update temanya yang masih acakadut.

    Salam juga; eh ini jangan-jangan bloger bangkotan yang merintis kembali?

    @ Funk

    Salam!

  • @Pak Guru.
    bukan merintis kembali, melainkan merintih. tidak ingin berlebihan seperti dulu lagi. ;)
    ah ya, ada yang lupa…
    emoticonnya sengaja dimatikan? – ini cuma sekedar bertanya :)
    peace n permisi.

  • Saya belum absen disini…

  • @ Vomit Volition

    Hohoho, baiklah kalau demikian. Emoticon sementara dimatikan tapi hampir pasti akan dipasang. Hanya masih bingung mau adopsi emoticon merk mana.

    @ jensen99

    Sekarang sudah! :D

  • Mana apdetnya!!! Sepi!

  • @ atas

    Mana apdetnya!!! Sepi!

    Betul. Sia-sialah blog ini punya sabuk berbayar. *exhale*

  • @ gentole, Pak Menteri

    Tugas Akhir. Harap ma'lum. *batuk-batuk*

  • @Gentole, Pak Menteri
    Untungnya lah, biar ndak apdet, masih bisa diakses ini blog… #trollface

  • @ Amd

    Blog dari kami bertiga nampaknya sekarang sudah bisa diakses.

  • Jauh dari Pertamax, tentu saja, karena saya baru tau blog yang saya kira bakal jadi blognya tukang bakso, sekarang jadi, apa itu, banalitas, terdengar seperti merah kuning hijau di perapatan.

    ^^

  • @ densscessario

    Itu rencana lama. :D Sekarang menulis di sini.

  • *hilir-mudik*

    Tugas akhir padahal sudah lama lewat… :-"

  • Saya sudah membaca sebagian besar postingan anda, baik di sini maupun RC, dan menjelajahi pula blog milik komentator setia di postingan-postingan anda. Banyak yang membuat saya merasa tersentil, ataupun mengangguk-ngangguk setuju sepanjang paragraf. Saya juga menikmati komentar berbalas-balasan yang dengan mudah ditemukan di postingan anda beberapa tahun lalu. Bagi saya, menemukan blog anda (dan sora-kun, gentole, serta beberapa blogger senior lainnya) seperti membukakan mata. Pendapat-pendapat yang berbeda dan dituliskan dengan lugas, komitmen untuk menuliskan setiap post dengan data yang tidak mengada-ngada. Saya pemula di dunia blogging, masih tertatih-tatih menyusun kata, serta sering melakukan kesalahan. Blog anda adalah satu dari beberapa blog yang saya kagumi. Terima kasih dan teruslah menulis.

Tinggalkan komentar

Anda boleh mempergunakan HTML dengan atribut-atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote> <cite> <code> <pre> <del> <em> <i> <q> <strike> dan <strong>. Untuk menyisipkan video YouTube, bubuhkan alamat lengkap dengan huruf 'v' sebelum titik dua. (Contohnya: httpv://www.youtube.com/watch?v=oHg5SJYRHA0)

Pencarian

Tentang

Pak Guru (bukan profesi sebenarnya): Menulis, mengeluh, dan terus menggerutu sampai maut menjemput paling lambat seratus tahun lagi.

Selengkapnya »

< Facebook Twitter Google+ Plurk <

Detail tulisan

Penulis:
Terbit: 13/01/11 @ 00:16
Update: 13/01/11 @ 00:16
Tanggapan: 23 tanggapan
Print: Print
Sebarluaskan: