Arsip untuk kategori "Selebrasi Diri"

Memperingati

Sebuah non-eulogi yang terlambat sudah tiga ratus enam puluh enam hari.

Baca »

(Junk) Food for Thought

Ada kebijaksanaan dan ada "kebijaksanaan"—yang terakhir ini cetek dan langsung layu ketika substansinya kita periksa secara serius. Bahasa Inggrisnya, platitude. Bahasa Indonesianya entahlah. Ini filosofi-filosofi ecek-ecek yang katanya bisa kita dapatkan melalui program-program motivasi atau bahkan dari mulut blogger-blogger besar kepala yang merasa sudah bestari. Barangkali berbahaya, barangkali tidak; tapi seringnya menyebalkan.

Baca »

Tidur. Cuih, Bah.

Siklus kampret: bermulai dengan Anda menatap langit-langit di kamar gelap, dan berakhir dengan Anda, dengan kepala yang sedikit berputar-putar, terhuyung-huyung turun dari ranjang meraih sikat gigi dan odol. Ketika memulai, Anda orang paling waras di dunia. Ketika selesai Anda seolah-olah mabuk.

Baca »

Pencarian

Tentang

Pak Guru (bukan profesi sebenarnya): Menulis, mengeluh, dan terus menggerutu sampai maut menjemput paling lambat seratus tahun lagi.

Selengkapnya »

< Facebook Twitter Google+ Plurk <

Pariwara

Kalau Anda nekat, kebetulan banyak ruang kosong mubazir di sini yang bisa disewakan. Silakan hubungi pengelola untuk bernegosiasi.