Dokumentasi

(Halaman ini juga menjadi redirect dari subdomain arsip.banalitas.org.)

I. Pengarsipan RosenQueen Company

Sampai saat tulisan ini diperbarui (8/2/12), blog lama di rosenqueencompany.wordpress.com masih dibuka sampai waktu yang belum ditentukan, walau memang sudah statis dan tidak bisa dikomentari sejak 3/2/11. Ada kemungkinan isinya akan dihapus sewaktu-waktu.

a. File WXR

wordpress.2011-01-13.xml

(Untuk jaga-jaga supaya browser Anda tidak mencoba membacanya langsung, sebaiknya simpan melalui klik kanan saja.)

b. Salinan beberapa tulisan populer

Tulisan-tulisan di bawah adalah dalam format HTML biasa beserta komentar, dibuat menggunakan plugin wp-print yang sedikit saya modifikasi. Sebelumnya, maaf karena belum bisa menyediakan atribusi untuk gambar-gambar yang dipakai, sebab sedikit sulit melacaknya.

Harap diingat bahwa pandangan yang tercantum pada arsip di bawah, baik yang berasal dari saya maupun para pengomentar, tidak serta-merta masih berlaku pada saat Anda membacanya.

Esai-esai:

  1. Ternyata, Neraka Lebih Menarik Daripada Surga? (7 April 2007)
  2. Distortion and Conformity (15 April 2007)
  3. Macam-Macam Tsuudzon (23 April 2007)
  4. Lontong (27 April 2007)
  5. Sebaiknya Teori Fallacy Diajarkan di Sekolah Menengah (17 Agustus 2008)
  6. Harun Yahya Strikes Back? (20 Agustus 2007)
  7. The Art of Believing (8 Desember 2007) (Berbahasa Inggris)
  8. Hidayatullah.com Mengadu Domba Umat? (29 Mei 2008)
  9. Menolak Teori Evolusi Adalah Menghina Tuhan (14 Juni 2008) (Terjemahan Indonesia untuk esai legendaris Theodosius Dobzhansky "The Light of Evolution")
  10. Konspirasisme (13 Juli 2008)
  11. Rasa Yang Berbeda (23 Juli 2008)
  12. Wanita, Tuhan, dan Kuda (20 Agustus 2008)
  13. Death Magnetic (10 September 2008)
  14. Top 10 Tipe Komentator Paling Menyebalkan (7 Oktober 2008)
  15. Penjahat Apologi dan Kemurungan Eksistensial (12 Oktober 2008)
  16. Merespon dengan Mengedit Komentar (19 Oktober 2008)
  17. Wawancara Eksklusif dengan Kopral Geddoe (26 Oktober 2008)
  18. Notes from the Resistance (17 November 2008) (Berbahasa Inggris)
  19. Biografi Nabi Muhammad (24 November 2008)
  20. Apples and Durians (22 Desember 2008) (Berbahasa Inggris)
  21. Surat Terbuka untuk Dante Alighieri (30 Desember 2008)
  22. Alamak (5 Februari 2009)
  23. Mengapa Memberi Link ke Wikipedia? (11 Februari 2009)
  24. Clothes Make the Man (12 Maret 2009)
  25. Bahasa Menunjukkan Bangsa(t) (15 Maret 2009)
  26. Pinokio (19 Maret 2003)
  27. Plin Plan (14 April 2009)
  28. Reinventing Sexuality: The Transhumanist Subtext in Final Fantasy VII (28 April 2009) (Berbahasa Inggris)
  29. Tidak Menerima Karakter JRPG (2 November 2009)
  30. Sebab Rating Selalu Berat di Angka 1 dan 5 (8 Maret 2010)

Puisi dan cerita pendek:

  1. Seni Dibodoh-Bodohi (17 Mei 2007)
  2. AC (12 November 2007)

Gambar-gambar:

  1. Logo Baru PSSI (12 Juni 2008)
  2. Pesan Moral (22 Juni 2008)
  3. The Big Four (29 Juni 2008)
  4. Peleton 2007 (13 September 2008)
  5. Peta Isi BOTD (17 Oktober 2008)
  6. P.D.V.D.S. (6 November 2008) (Strip dengan pola Dinosaur Comics)
  7. Let's Paint Our Grass Green! (3 Desember 2008) (Strip dengan pola Dinosaur Comics, #2)
  8. Nostalgia (8 Februari 2009)
c. PDF Terjemahan Esai Dobzhansky

dobzhansky.pdf

II. Rain Dogs

Rain Dogs adalah tema WordPress yang digunakan oleh (dan dibuat khusus untuk) situs ini. Hasilnya bisa Anda tengok sendiri, gayanya ringan dan cenderung minimalis. Penulisan kodenya sedikit berantakan ketika sudah berurusan dengan overriding, serta susunannya teroptimisasi secara spesifik untuk tata letak situs ini—tapi siapa tahu bermanfaat.

Rain Dogs 1.0

Rain Dogs 1.8.3

Rain Dogs 2.0

Rain Dogs versi pertama (v1.x) menampilkan header besar (800×300) untuk setiap tulisan terbaru, sedang versi kedua tatanannya lebih konvensional.

Nama tema ini diambil dari magnum opus Tom Waits, Rain Dogs.

Tangkapan layar
Rain Dogs 1 Rain Dogs 2
Rain Dogs 1 Rain Dogs 2

Tanggapan ditutup

Tulisan ini tidak disetel untuk menerima tanggapan.

Pencarian

Tentang

Pak Guru (bukan profesi sebenarnya): Menulis, mengeluh, dan terus menggerutu sampai maut menjemput paling lambat seratus tahun lagi.

Selengkapnya »

< Facebook Twitter Google+ Plurk <

Detail tulisan

Penulis:
Terbit: 13/01/11 @ 00:15
Update: 13/01/11 @ 00:15
Tanggapan: 0 tanggapan (ditutup)
Print: Print
Sebarluaskan: