Ada kebijaksanaan dan ada "kebijaksanaan"—yang terakhir ini cetek dan langsung layu ketika substansinya kita periksa secara serius. Bahasa Inggrisnya, platitude. Bahasa Indonesianya entahlah. Ini filosofi-filosofi ecek-ecek yang katanya bisa kita dapatkan melalui program-program motivasi atau bahkan dari mulut blogger-blogger besar kepala yang merasa sudah bestari. Barangkali berbahaya, barangkali tidak; tapi seringnya menyebalkan.
(Oleh penulis tamu: Anonim) Keluhan seorang sahabat tentang metode yang dipakai oleh ESQ dalam program-program pelatihan mereka. Menurut penulis, ESQ bergantung pada smoke and mirrors: substansi tiga puluh persen, pensuasanaan tujuh puluh persen. Katanya, ada penyesalan setelah menyisihkan uang untuk ikut serta.